Searching...
Rabu, 30 April 2014

Persahabatan yang indah

Begitulah Arti Keindahan Persahabatan
Sebuah pelajaran luar biasa di hari ini, ketika aku melihat sesuatu yang lebih berharga dari sebongkah emas dan intan permata. Aku semakin yakin  tentang sabda Rosululkulloh SAW :

“Alloh Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Wajiblah cintaku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang saling berteman karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku dan orang-orang yang saling berkorban karena Aku’” (H.R Ahmad)

Kebanyakan orang berkata ,: “KITA BERSAHABAT KINI dan NANTI ” namun sayang lebih dari setengahnya tidak bisa meneguhkan ikrar kita hingga hari tuanya. Hanya sedikit orang yang mau menjadi SOULMATE seumur hidup.  Tapi kita tahu jelas yang sedikit sangat sulit sekali ditemukan pun di zaman yang serba bersaing ini dimana sering terjadi DULU TEMAN SEKARANG LAWAN.

We Are Friend Forever
Namun hari ini kutemukan satu persahabatan yang luar biasa indah. Awalnya, aku dan sahabatku , Mustofa pergi keluar sekolah untuk mencari makan. Maklum perut udah amat salatri. Tujuannya kita akan makan di warung asgul yang  terkenal dengan sambel gonjrengnya. Tapi, mendadak pikiranku tertuju pada warung soto babat di ujung jalan sana. Maka kami mengalihkan tujuan dan hendak pergi ke ujung jalan.

Ketika kami hendak masuk ke dalam kedai kecil tersebut, ternyata yang melayani adalah seorang kakek paruh baya, yah sekitar 60 tahunan. Kamipun memesan 2 mangkuk soto babat. Ketika kami duduk dan menyantap 2 buah pisang seorang kakek yang terlihat sama umurnya datang dari belakang. Dia baru saja selesai mencuci piring. Merekapun begitu telaten dan saling bekerja sama dan selalu tersenyum satu sama lainnya.

Pertama , kupikir mereka adalah kakak adik, begitu rukun dan terlihat menyenangkan. Hingga akhirnya aku iseng bertanya :
“Punteun pak, pami bapak duaan teh rai raka, sanes ?”(Maaf pa, bapak berdua kakak adik bukan)
Sang kakek hanya menjawab. “sanes jang, urang duaan mah rerencangan ti keur alit.” (bukan de, kami berdua sobat dari kecil). Mendengar itu aku dan sahabatku sedikit kaget, loh kok bisa bertahan padahal dari kecil.
“Dupi, pa rada aneh , biasana pami nu dagang mah suami sareng istri, ieu mah bapak mani hebat dagang teh duaan sareng rerencangan. Langki pisan pa, komo deui tos lami” (Ini sedikit aneh pak, biasanya yang dagang itu kan suami istri, tapi ini bapak hebat dagangnya berdua dengan sahabat. Jarang sekali menemukan yang seperti ini). Kedua bapak itupun hanya tersenyum. Kami pun akhirnya makan soto babat hidangan mereka berdua yang ternyata begitu enak. Setelah pulang aku dan sahabatku sepakat bahwasanya kita pun harus bisa jadi soulmate seperti itu.



Pertanyaannya, kedua bapak tersebut bisa bersahabat hingga usia mereka senja. Bagi kita itu akan sangat sulit,bukan? Dibutuhkan begitu banyak kesabaran, karena pastilah ada bermacam-macam cobaan yang menerpa sebuah persahabatan. Kuncinya hanyalah bagaimana kita bisa mengerti sahabat kita dan melakukan yang terbaik untuknya dengan rasa cinta karena Alloh bukan selalu berharap sebaliknya. Yakinlah sahabat itu akan mencintai kita ketika kita mencintai dia setulus hari di bawah naungan cinta kasih Alloh Subhanahu wata’ala.

0 komentar:

Poskan Komentar